*teruntukmu, lelaki yang mengisi hatiku*
Apa kabarmu hari ini?
Apakah aku terbayang dalam benakmu hari ini?
Apakah hanya aku?
Hai, kamu...
Figur lelaki yang aku sendiri tak mampu menggambarkanmu dalam sebuah rangkaian kata.
Harga mati untukmu yang pantas diterima adalah kesetiaan.
Terkadang aku berpikir ulang untuk menyebutmu itu manusia.
Pemilik kesetiaan yang langka ditemukan zaman sekarang.
Apakah kamu membaca pesanku ini?
Lewat media yang akan jadi buku kenangan dimasa tuaku nanti.
Terimakasih karna setia untuk memilihku menjadi pendampingmu.


0 komentar:
Posting Komentar