Aku : Bagaimana tentang cerita cintamu hari ini? Ataukah mau bercerita tentang hari kemarin? aku siap mendengarkan...
Saya : Ceritaku hari ini biasa saja, sama seperti biasanya.
Aku : Bagaiamana bisa kamu (saya) bisa hanya biasa-biasa saja? Ayolah ceritakan harimu padaku...
Saya : Baiklah, hari ini aku bertemu dengan seorang lelaki yang ingin sekali saya peluk badannya, dan ingin sekali bersandar didadanya, hari ini aku banyak bercerita dengannya, hari ini aku melihat lingkar senyum di wajahnya. Tau perasaanku? Pastinya bahagia, tapi..
Aku : Tapi kenapa?
Saya : Aku hanya bisa menatapnya dengan rindu tanpa bisa menyentuhnya, walau hanya tangannya. Aku hanya mampu mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibirnya menyeruak masuk ke dalam indra pendengaranku, layaknya kupu yang keluar dari sarang. Bukan satu, bahkan ribuan kupu-kupu.
Aku : Bersabarlah, nanti akan ada waktu dimana bisa saling memeluk dan bercerita sepuasmu.
Saya : Kapan? Terlalu lama untukku.
Aku : Bukankah rindu yang berkumpul jadi satu akan menjadi indah saat bertemu.
Saya : Tapi...
Aku : Tapi apalagi !
Saya : Kenapa kamu membentakku dengan nada seperti itu?
Aku : Aku hanya menyuruhmu bersabar sedikit lagi. Karna yang merindukannya bukan hanya kamu, akupun juga merindukannya. Kita rindu pada orang yang sama, karna aku itu kamu. Kamu itu aku.
Saya : Kita pasti bisa menunggunnya kembali...
Aku : :)

