Malam telah datang membawa gelap. Ada benda kecil yang terbang kesana
kemari mencari arah, mendobrak tanpa takut terbentur dan terjatuh.
Apa itu? *tanyaku seraya risau menghinggapi karna takut malamku akan terusik*
Cahaya kecil itu kunang-kunang. Satu kunang-kunang yang mungkin saja tersesat. *jawabmu seraya menatap mataku dan meyakinkanku*
Buka saja pintu itu dan biarkan dia pergi.*pintaku*
Jangan. Kenapa tak kita bayangkan sedikit saja tentang kunang-kunang dan rumah ini sayang?*pintamu dengan senyum*
Bayangkan ruangan ini gelap, dan kunang-kunang itu aku. Bayangkan jika saat gelap datang aku akan datang menghangatkanmu, bayangkan aku adalah alasan untukmu tersenyum. Bayangkan kamu memelukku dengan tangan yang selalu meremas punggungku, dan akan aku hujani bibirmu dengan ciuman kata-kata yang akan membasahi lidahmu.
Terimakasih membawaku ke duniamu.
Apa itu? *tanyaku seraya risau menghinggapi karna takut malamku akan terusik*
Cahaya kecil itu kunang-kunang. Satu kunang-kunang yang mungkin saja tersesat. *jawabmu seraya menatap mataku dan meyakinkanku*
Buka saja pintu itu dan biarkan dia pergi.*pintaku*
Jangan. Kenapa tak kita bayangkan sedikit saja tentang kunang-kunang dan rumah ini sayang?*pintamu dengan senyum*
Bayangkan ruangan ini gelap, dan kunang-kunang itu aku. Bayangkan jika saat gelap datang aku akan datang menghangatkanmu, bayangkan aku adalah alasan untukmu tersenyum. Bayangkan kamu memelukku dengan tangan yang selalu meremas punggungku, dan akan aku hujani bibirmu dengan ciuman kata-kata yang akan membasahi lidahmu.
Terimakasih membawaku ke duniamu.




