Semakin hari semakin tersakiti
Semakin hari semakin tersiksa
Semakin hari bahkan aku hampir mati sesak nafas karena terbelit rindu
Entah akunya yang terlalu menikmati rasa sakit ini karena telah terbiasa,
atau aku yang tak ingin beranjak dari tempatku berdiri di sini.
Bagaiaman itu disebut cinta kalau pada akhirnya menyakiti.
Bagaimana itu bisa disebut sebuah ungkapan sayang kalau pada akhirnya akan ada yang menangis nantinya...
Lilitan rindu mencekik erat leherku,
membiarkanku tidak leluasa menikmati kebahagiaan.
Entah kenapa aku menikmati ini seperti aku menikmati senyum indah di wajahmu.
Aku bahagia
atau aku putus asa.


0 komentar:
Posting Komentar